Indoor Centrality

Sahabat GISer, berikut adalah abstrak thesis saya yang bertema Indoor Centrality. Thesis ini saya selesaikan untuk memperoleh gelas Master Applied Science in GIS di Geomatics Engineering at University of Melbourne pada tahun 2009.   Thesis ini tersimpan dalam database universitas dan saya setujui untuk diberikan open access, sehingga dapat anda download. Demikian semoga berguna.. (more…)

Advertisements

April 12, 2011 at 11:32 am 4 comments

Neraca Penatagunaan Tanah, Apa Sih?

Sebelumnya telah kita membahas mengenai penatagunaan tanah baik pengertian maupun perannya dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Di antara kegiatan-kegiatan penatagunaan tanah untuk mendukung pelaksanaan penataan ruang adalah penyusunan neraca penatagunaan tanah. Berdasarkan PP 16 Tahun 2004 Pasal 23 ayat (3) dan UU No.26 Tahun 2007 Pasal 33 ayat (2), secara umum neraca penatagunaan tanah diartikan sebagai gambaran perimbangan antara ketersediaan tanah dan kebutuhan penguasaan, penggunaan dan pemanfaatan tanah berdasarkan fungsi kawasan dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Neraca penatagunaan tanah meliputi perubahan penggunaan  tanah dalam kurun waktu tertentu, kesesuaian penggunaan tanah saat ini terhadap RTRW, dan ketersediaan tanah yang didasarkan pada penggunaan, penguasaan dan RTRW. Dengan menggunakan teknologi GIS, data-data spatial tersebut diolah dan dianalisa dan ditampilkan dalam bentuk peta maupun table analisa. (more…)

May 10, 2010 at 5:04 am 2 comments

Peran Penatagunaan Tanah Dalam Mewujudkan Tata Ruang (roles of land use in implementing spatial planning)

Saat ini tanah merupakan resource yang memiliki posisi strategis dalam kontek pembangunan nasional. Segala bentuk pembangunan hampir seluruhnya memerlukan tanah untuk aktifitasnya. Dalam kaitan tersebut, diperlukan upaya untuk lebih meningkatkan peran penatagunaan tanah untuk dapat mewujudkan pembangunan yang sustainable.

Seperti yang telah dimaklumatkan dalam Pasal 1, PP No. 16/2004 Tentang Penatagunaan Tanah, yang dimaksudkan penatagunaan tanah adalah sama dengan pola pengelolaan tata guna tanah yang meliputi penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang berwujud konsolidasi pemanfaatan tanah melalui pengaturan kelembagaan yang terkait dengan pemanfaatan tanah sebagai satu kesatuan sistem untuk kepentingan masyarakat secara adil. Penatagunaan tanah ini merujuk pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan seperti tercantum pada pasal 3 mengenai tujuan dari penatagunaan tanah. Dari sini dapat kita telaah bahwasannya, penatagunaan tanah merupakan ujung tombak dalam mengimplementasikan RTRW di lapangan. Hal ini didasarkan bahwa, dalam setiap jengkal tanah, pada hakekatnya telah melekat hak kepemilikan tanah. Sehingga untuk mewujudkan RTRW dalam setiap jengkal tanah mau tidak mau harus berinteraksi dengan pemegang hak atas tanah tersebut. selanjutnya Klik disini 🙂

December 2, 2009 at 3:13 am Leave a comment

Hari Lingkungan Hidup sponsored by Google Maps

Dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2009, ada beberapa terobosan yang dilakukan terkait dengan technology internet mapping. Salah satu terobosan itu adalah dengan melibatkan Google Maps sebagai mushup untuk menampilkan icon2 lingkungan hidup. Salah satu website yang telah diluncurkan adalah Open Green Map. Tujuan dari website ini adalah untuk menjadi wahana bagi masyarakat untuk membangun informasi terkait dengan lingkungan yang berupa titik2 mengenai tempat2 hijau, jalur sepeda, taman kota, pasar traditional, dan sebagainya. Icon2 tersebut sudah disediakan dan memiliki arti secara universal. Seperti halnya icon2 pada umumnya, informasi lengkap termasuk foto, alamat dan telp akan muncul ketika kita menekannya. Dengan platform terbuka (social mapping) maka editing dan penambahan data dapat dilakukan oleh masyarakat dengan mendaftar terlebih dahulu. Website ini bisa dikategorikan sebagai Volunteered Geographic Information (VGI) yang merefleksikan local knowledge yang dibangun oleh masyarakat awam dengan focus lingkungan. Cakupan wilayah, tentunya meliputi data yang disediakan Google Maps atau mencakup seluruh permukaan bumi. selengkapnya Klik disini 🙂

June 8, 2009 at 5:50 am Leave a comment

Lingkunganku…

Tanggal 5 Juni merupakan Hari Lingkungan Hidup sedunia (World Environment Day) yang juga di peringati oleh negara kita. Dunia semakin rusak oleh ulah tangan manusia, dan banyak manusia yang mulai menyadarinya. Menelisik kembali pentingnya lingkungan hidup bagi kita, saya ingin mengajak pembaca untuk mengenang masa kecil dulu.

Masa kecil saya adalah masa kecil anak2 desa kebanyakan yang banyak berinteraksi langsung dengan alam. Dulu bersama teman2 saya gemar sekali memburu dan membunuh binatang. Sambil bawa ketapel kemana-mana, ada burung apa saja, sikat saja. Kalau dapat banyak kadang di sate rame2, tapi kalau hanya satu dua yah dibuang saja. Membunuh serangga juga merupakan hal yang biasa, mulai dari semut, belalang, kupu2. Binatang lainpun tak lepas dari penyiksaan seperti kodok untuk mainan, bahkan pernah dapat suntik bekas, kemudian dipakai untuk menyuntik kodok tersebut sampai kembung. Dengan tumbuhan juga demikian, seenaknya saja kita anak2 memotong tanaman atau mencabuti daunnya. Semua itu kami lakukan dengan leluasa tanpa ada peringatan ataupun nasehat dari orang dewasa. Dulu beragam burung hidup didesaku mulai dari derkuku, puter, podang, pentet, apalagi kutilang banyak. Tanaman jenis bunga juga ada, bonsai juga banyak. Saat ini sulit menemukan binatang dan tanaman tersebut. Saya sering melihat orang membawa senapan angin dengan bangganya menenteng buruannya, dan kamipun terkagum-kagum atas kehebatan orang tersebut. selengkapnya Klik disini 🙂

June 7, 2009 at 3:30 am 2 comments

Peran GIS dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah

Transparansi dan akuntabilitas adalah dua hal yang menjadi penting saat ini. Masyarakat semakin kritis sehingga menuntut pemerintah untuk lebih transparan dalam berbagai bidang pembangunan. GIS memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pemerintah. Tulisan ini besumber dari artikel ESRI yang dapat anda lihat disini.

Lebih konkretnya, peran GIS disini adalah dalam menampilkan data2 spatial dan non spatial secara interaktif mengenai kemajuan2 dalam pembangunan. Masyarakat menjadi lebih mengetahui apa yang dikerjakan pemerintahannya dan seberapa jauh kemajuannya. Tentunya semua orang dari berbagai Negara dapat mengakses data2 tersebut. Hal ini positive karena sekaligus dapat mengundang investor serta meningkatkan citra di mata internasional. selengkapnya Klik disini 🙂

May 7, 2009 at 4:16 am 1 comment

Modern Cadastre: legal and policy aspects

Well, there is a big will in my mind that always pushes me to write an article for my Sahabats GISer on the busy days finishing my final thesis. Thank you for your support, I have done most of the experiments successfully, Alhamdulillah….

In the previous article, we have discussed the drivers of change in cadastre. Those are environmental issues, globalization, and technology development. In this article, lets we continue to discuss about the modern cadastre which is mainly derived from Cadastre 2014 (International Federation of Surveyors (FIG)). There are some aspects which are relevant to describe a modern cadastre. We begin with the legal and policy aspects. selengkapnya Klik disini 🙂

April 24, 2009 at 1:55 am 2 comments

Older Posts Newer Posts


October 2017
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Recent Posts

Blog Stats

  • 95,913 hits