Posts filed under ‘BPN’

Reforma Agraria : semangat tak pernah padam !

Reforma agraria merupakan cita-cita mulia sejak masa kemerdekaan hingga saat ini. Banyak ahli mengatakan bahwa reforma agraria menjadi prasyarat bagi keberhasilan kemajuan suatu bangsa. Di dalam konsep pembangunan berkelanjutan, reforma agrarian merupakan penyokong utama pilar keberlanjutan sosial yakni kesetaraan dan keadilan. Selain itu, reforma agraria dapat meningkatkan pembangunan ekonomi karena pengaturan sumberdaya yang jelas.

Apabila dilihat dari pengertiannya, reforma agraria dapat dipahami dari berbagai sudut pandang. Menurut Undang-Undang Pokok Agraria (UU no 5/1960), agraria diartikan sebagai bumi, air, ruang angkasa dan yang terkandung didalamnya. Pengertian ini lebih luas dibandingkan reforma agraria yang dipersempit sebagai tanah. Hal ini dapat dimengerti karena tanah merupakan unsur utama dari sumberdaya yang lain. Walaupun demikian, dengan melihat carut marutnya pengaturan sumberdaya alam di Indonesia, semestinyalah reforma agraria mencakup sinkronisasi pengaturan seluruh sumberdaya yang ada.

Menurut pemerintah, reforma agraria merupakan land reform plus yang terdiri asset reform dan access reform untuk meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan. Hal ini berbeda dengan pengertian umum yakni “bagi-bagi tanah”.  Pemahaman tersebut melampaui kebiasaan umum di mana reforma agraria identik dengan tanah-tanah pertanian. Pengaturan ulang ini mencakup pengaturan struktur maupun hubungan objek maupun subjek terkait penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah baik diperkotaan maupun perdesaan.   (more…)

October 4, 2011 at 1:53 pm 4 comments

I Made Sandy : tak lekang oleh waktu (2)

Waktu terus berjalan, dari jaman perjuangan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan hingga sekarang. Sepertihalnya adanya manusia di muka bumi ini, pemimpin datang dan pergi. Pemimpin besar tidak ada di setiap generasi, pemimpin yang dikenang dan dipuja karena kebaikannya. Kiranya kita telah mengenal pemimpin-pemimpin besar di masa perjuangan kemerdekaan. Pada masa sulit dan penuh kesengsaraan inilah pemimpin besar lahir. Pasca kemerdekaan hingga sekarang dimana kita dikelilingi sumberdaya alam, pemimpin besarpun sulit ditemukan.

Gajah pergi meninggalkan gading dan harimau pergi meninggalkan belang. Demikianlah pepatah yang menggambarkan bagaimana kita akan dikenang dihari sepeninggal kita. Ingin dikenang baik, dikenang buruk atau tidak dikenang adalah pilihan kita. Untuk apa kita dilahirkan? Apakah hanya untuk mengisi rantai kehidupan manusia secara species, hidup hanya untuk berkembangbiak dan mati. (more…)

September 30, 2011 at 8:53 am 3 comments

I Made Sandy : tak lekang oleh waktu

Nama I Made Sandy sering terdengar di kantor, semenjak saya masuk menjadi pegawai negeri di Direktorat Penatagunaan Tanah BPN. Nama beliau sering terungkap dalam obrolan sehari-hari maupun dalam rapat-rapat internal. Kebaikan maupun cerita hidup belaiau sering dikenang. Beliau adalah direktur pertama Direktorat Penatagunaan Tanah (dahulu bernama Direktorat Tata Guna Tanah).  Pada awal-awal masuk, saya gak begitu ngeh dengan namanya, namun lama-lama pengen tau lebih dalam siapa sebenarnya I Made Sandy. Berikut ini akan saya ulas hasil obrolan dengan pegawai-pegawai senior di lingkungan kerja saya.

Pak I Made Sandy adalah sosok yang pendiam dan sederhana. Ada yang mengatakan bahwa beliau adalah Direktur termiskin di BPN. Beliau ke kantor pulang pergi membawa mobil sendiri. Menurut kawan yang pernah ke rumahnya, rumah beliau sederhana dengan kursi rotan yang busanya sudah robek-robek. Ada hal lain yang patut diteladani, beliau selalu mengembalikan sisa perjalanan dinas sesuai dengan jumlah hari yang digunakan. Selain itu, apabila di daerah dibelikan tiket hotel maupun pesawat oleh pegawai daerah maka uangnya akan dikembalikan ketika beliau sudah sampai di jakarta. Uang dikirimkan menggunakan jasa wesel. Hal yang langka ditemukan pada kondisi sekarang ini.

Menurut cerita, Pak I Made Sandy sangat memperhatikan anak buahnya. Pada siang hari, beliau berkeliling ke ruangan staf-stafnya untuk melihat kondisi anak buah. Banyak pegawai-pegawai golongan rendah yang dibantu oleh beliau hingga dapat memiliki rumah sendiri.

Sampai dengan sekarang saya masih berusaha mengetahui perihal Pak I Made Sandy. Banyak buku-buku yang telah beliau terbitkan khususnya mengenai tata guna tanah. Mudah-mudahan dapat kita ulas pada kesempatan yang lain.

August 24, 2011 at 6:03 am 10 comments

Neraca Penatagunaan Tanah, Apa Sih?

Sebelumnya telah kita membahas mengenai penatagunaan tanah baik pengertian maupun perannya dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Di antara kegiatan-kegiatan penatagunaan tanah untuk mendukung pelaksanaan penataan ruang adalah penyusunan neraca penatagunaan tanah. Berdasarkan PP 16 Tahun 2004 Pasal 23 ayat (3) dan UU No.26 Tahun 2007 Pasal 33 ayat (2), secara umum neraca penatagunaan tanah diartikan sebagai gambaran perimbangan antara ketersediaan tanah dan kebutuhan penguasaan, penggunaan dan pemanfaatan tanah berdasarkan fungsi kawasan dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Neraca penatagunaan tanah meliputi perubahan penggunaan  tanah dalam kurun waktu tertentu, kesesuaian penggunaan tanah saat ini terhadap RTRW, dan ketersediaan tanah yang didasarkan pada penggunaan, penguasaan dan RTRW. Dengan menggunakan teknologi GIS, data-data spatial tersebut diolah dan dianalisa dan ditampilkan dalam bentuk peta maupun table analisa. (more…)

May 10, 2010 at 5:04 am 2 comments

Peran Penatagunaan Tanah Dalam Mewujudkan Tata Ruang (roles of land use in implementing spatial planning)

Saat ini tanah merupakan resource yang memiliki posisi strategis dalam kontek pembangunan nasional. Segala bentuk pembangunan hampir seluruhnya memerlukan tanah untuk aktifitasnya. Dalam kaitan tersebut, diperlukan upaya untuk lebih meningkatkan peran penatagunaan tanah untuk dapat mewujudkan pembangunan yang sustainable.

Seperti yang telah dimaklumatkan dalam Pasal 1, PP No. 16/2004 Tentang Penatagunaan Tanah, yang dimaksudkan penatagunaan tanah adalah sama dengan pola pengelolaan tata guna tanah yang meliputi penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang berwujud konsolidasi pemanfaatan tanah melalui pengaturan kelembagaan yang terkait dengan pemanfaatan tanah sebagai satu kesatuan sistem untuk kepentingan masyarakat secara adil. Penatagunaan tanah ini merujuk pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan seperti tercantum pada pasal 3 mengenai tujuan dari penatagunaan tanah. Dari sini dapat kita telaah bahwasannya, penatagunaan tanah merupakan ujung tombak dalam mengimplementasikan RTRW di lapangan. Hal ini didasarkan bahwa, dalam setiap jengkal tanah, pada hakekatnya telah melekat hak kepemilikan tanah. Sehingga untuk mewujudkan RTRW dalam setiap jengkal tanah mau tidak mau harus berinteraksi dengan pemegang hak atas tanah tersebut. selanjutnya Klik disini 🙂

December 2, 2009 at 3:13 am Leave a comment

Modern Cadastre: legal and policy aspects

Well, there is a big will in my mind that always pushes me to write an article for my Sahabats GISer on the busy days finishing my final thesis. Thank you for your support, I have done most of the experiments successfully, Alhamdulillah….

In the previous article, we have discussed the drivers of change in cadastre. Those are environmental issues, globalization, and technology development. In this article, lets we continue to discuss about the modern cadastre which is mainly derived from Cadastre 2014 (International Federation of Surveyors (FIG)). There are some aspects which are relevant to describe a modern cadastre. We begin with the legal and policy aspects. selengkapnya Klik disini 🙂

April 24, 2009 at 1:55 am 2 comments

Kadaster bagi Sustainable Development

Saat ini, meningkatkan system kadaster sudah menjadi hal yang wajib bagi satu negara. Peran kadaster sangat vital bagi pembangunan nasional. Berawal dari sektor perekonomian termasuk investasi maupun property dan sektor lainnya pertanian, konservasi lingkungan, bahkan stabilitas social di tanah air. Sudah banyak masalah yang muncul dari satu kesemrawutan system kadastral.

Sebelumya mari kita lihat dahulu apa yang dimaksud dengan kadaster (cadastre). Kadaster merupakan inti dari system administrasi pertanahan  yang merupakan system isnformasi pertanahan berbasis persil tanah dan berisi hal2 legal (hak dan kewajiban) dan teknis (posisi, batas, penggunaan) yang up to date (Williamson, 2008). selengkapnya Klik disini 🙂

March 19, 2009 at 7:01 am Leave a comment

Older Posts


July 2017
M T W T F S S
« Jun    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Recent Posts

Blog Stats

  • 93,490 hits