Atlas resmi Indonesia diluncurkan, Atlas Online?

February 5, 2009 at 1:45 pm 11 comments

 

Syukur Alhamdulillah akhirnya Indonesia memiliki Atlas resmi setelah merdeka selama 6 dasawarsa. Atlas ini diluncurkan oleh Bakosurtanal pada 5 February 2008. Beritanya bisa dilihat disini atau disini. Ke depannya, atlas ini akan di cetak dalam bentuk buku maupun melalui bentuk tampilan web. Menristek berharap akan di bangun atlas mobile yang dapat diakses melalui handphone. Sayang sekali, saat ini atlas ini baru dalam bentuk buku yang dihargai cukup mahal (200 ribu) untuk memesannya. Padahal diperlukan 2 M untuk research dan mencetak peta (berasal dari uang rakyat). Pertanyaannya, kenapa pemerintah masih bersikukuh mempertahankan model lama (atlas cetak) ketimbang menggunakan teknologi internet untuk membangun atlas online yang lebih mudah di akses untuk kemanfaatannya. Mungkin jawabannya lebih berbau politis, ekonomi atau apapun, tetapi mari kita lihat model atlas online amerika yang semoga segera dibangun juga oleh pemerintah kita (atlas online Indonesia).

Sebelumnya mari kita lihat pengertian dari Atlas. Atlas adalah koleksi peta pada permukaan bumi pada umumnya (ada juga yang berisi planet2 di solar system) berisi tentang data2 geography maupun batas wilayah. Secara tradisional, atlas masih berbentuk buku, namun saat ini atlas sudah berbentuk multimedia serta sudah dilengkapi dengan data2 sosial, agama, maupun ekonomi dan budaya (Wikipedia, 2008). Atlas ini sangat bermanfaat bagi warga negara maupun bagi negara lain yang ingin mengetahui ataupun berinteraksi dengan negara tertentu (ekonomi, keamanan, politik, budaya, etc).

Selanjutnya mari kita lihat sepintas mengenai Atlas nasional Amerika. Jika anda berkunjung ke www.nationalatlas.gov, di situ anda akan temui satu Atlas online yang lengkap yang bisa dipakai acuan bagi pemerintah. Situs ini dilengkapi dengan beragam data: pertanian, biologi, batas wilayah, iklim, geology, pemerintahan, sejarah, dll. Yang lebih menarik lagi, atlas nasional amerika menyediakan interface bagi pengunjung untuk dapat membuat peta sendiri melalui layer2 yang disediakan. Pengunjung juga dapat mencetak langsung peta yang sudah di bikinkan layout (siap cetak) ataupun di export dalam bentuk GIF. Ada juga wall maps yang berupa peta2 pajangan dinding standard yang dapat dipesan. Atlas ini begitu fleksible dengan menyediakan fasilitas dynamic maps (membuat peta dengan lebih interaktif). Bahkan situs ini menyediakan data mentah (raw data) gratis bagi profesional jika ingin membuat sendiri peta melalui desktop GIS di rumah/kantor. Silahkan anda download sendiri data mentah tersebut (shp). Atlas ini juga dapat anda embed di website anda melalui fasilitas dari open web mapping services dari OGC.

Demikian kita mengharapkan agar Atlas online segera diresmikan guna mencerdaskan kehidupan bangsa dan membuka akses seluas-luasnya bagi pemanfaatan data2 spatial. Terakhir semoga atlas online tersebut dapat memiliki kualitas yang baik yang tidak terlalu jauh dari contoh atlas yang telah kita bahas. Trimakasih dan merdeka..!

Entry filed under: General. Tags: , , .

Hal2 yang harus diperhatikan dalam penerapan GIS di organisasi anda Victorian Bushfires, bencana alam yang memilukan…(kaitan GIS)

11 Comments Add your own

  • 1. jaka  |  February 6, 2009 at 2:12 pm

    Betul mas, kalau itu pakai uang rakyat harusnya tanpa biaya, atau berbiaya rendah. Tapi kalau dilihat skalanya (1:250.000) pasti atlas itu besar/tebal sekali, dan IDR 200.000 barangkali juga sudah tekor (kan berwarna?). Perhatikan berita yg menyatakan bhw atlas2 itu akan disebar (gratis?) ke instansi2 pemerintah.

  • 2. santosa  |  February 6, 2009 at 10:33 pm

    Yup, betul Pak, pengalaman saya cetak satu provinsi Jatim misalnya ukuran A0 skala 350an, brarti semua sekitar 34 provinsi kira2 40an lembar ukuran A0 (beberapa provinsi luar jawa minimal 2 lembar ato lebih kertas A0). Sangat besar ukuran buku dan kalau berwarna mahal bgt. Kalau yang 800 buah yang dikirim ke instansi saya pikir gratis karena pakai dana pemerintah sudah termasuk yang 2M. Saya berharap yang bisa dipesan oleh masyarakat (200 ribu) memiliki kualitas cetak yang baik meski mungkin beda dengan yang di kirim ke instansi. Untuk ukuran kertas bagi masyarakat sebaiknya lebih kecil ukuran cetaknya (skalanya juga dibuat bervariasi) sehingga harganyapun bisa di sesuaikan. masyarakat secara individual mungkin lebih tertarik dengan ukuran kecil (ringkas) meski skalanya pun kecil (1:1000.000 misalnya), tapi lengkap secara contain. Tapi tentu atlas online lebih ditunggu2 kehadirannya. Trimakasih Pak… ditunggu comment2nya..

  • 3. falah  |  April 9, 2009 at 6:16 pm

    syukur alhamdulillah

  • 4. SOBAT  |  May 22, 2009 at 2:26 am

    datanya sampai detail lokasi desa tidak ya??saya bisa mengakses di alamat web mana?

  • 5. santosa  |  May 25, 2009 at 3:56 am

    @sobat
    saya belum tau pastinya, cuman data yang ada gak nyampe sedetil itu. Sampai sekarang belum ada versi onlinenya. Tapi silahkan saja kalau mau kunjungi langsung di website bakosurtanal:
    http://www.bakosurtanal.go.id

  • 6. PENGAMAT  |  June 30, 2009 at 2:08 pm

    aku udah lihat di:
    http://www.bakosurtanal.go.id/petajawa/

    skalanya bisa sampai 1:500000.
    Apa ini yang disebut Atlas Nasional Indonesia?

    Kemana pulau seribu dan pulau bawean ?
    Mudah2an ada yang lebih baik dari ini.

  • 7. Sigit Santosa  |  July 3, 2009 at 12:11 am

    @pengamat
    Thanks infonya…yach kadang2 kita kurang memperhatikan pulau2 kecil tersebut… kalau hilang baru menyesal…🙂

  • 8. niya putriza tilana  |  July 24, 2009 at 12:07 pm

    Syukur Alhamdulillah akhirnya Indonesia memiliki Atlas resmi setelah merdeka selama 6 dasawarsa. Atlas ini diluncurkan oleh Bakosurtanal pada 5 February 2008. Beritanya bisa dilihat disini atau disini. Ke depannya, atlas ini akan di cetak dalam bentuk buku maupun melalui bentuk tampilan web. Menristek berharap akan di bangun atlas mobile yang dapat diakses melalui handphone. Sayang sekali, saat ini atlas ini baru dalam bentuk buku yang dihargai cukup mahal (200 ribu) untuk memesannya. Padahal diperlukan 2 M untuk research dan mencetak peta (berasal dari uang rakyat). Pertanyaannya, kenapa pemerintah masih bersikukuh mempertahankan model lama (atlas cetak) ketimbang menggunakan teknologi internet untuk membangun atlas online yang lebih mudah di akses untuk kemanfaatannya. Mungkin jawabannya lebih berbau politis, ekonomi atau apapun, tetapi mari kita lihat model atlas online amerika yang semoga segera dibangun juga oleh pemerintah kita (atlas online Indonesia).

    Sebelumnya mari kita lihat pengertian dari Atlas. Atlas adalah koleksi peta pada permukaan bumi pada umumnya (ada juga yang berisi planet2 di solar system) berisi tentang data2 geography maupun batas wilayah. Secara tradisional, atlas masih berbentuk buku, namun saat ini atlas sudah berbentuk multimedia serta sudah dilengkapi dengan data2 sosial, agama, maupun ekonomi dan budaya (Wikipedia, 2008). Atlas ini sangat bermanfaat bagi warga negara maupun bagi negara lain yang ingin mengetahui ataupun berinteraksi dengan negara tertentu (ekonomi, keamanan, politik, budaya, etc).

    Selanjutnya mari kita lihat sepintas mengenai Atlas nasional Amerika. Jika anda berkunjung ke http://www.nationalatlas.gov, di situ anda akan temui satu Atlas online yang lengkap yang bisa dipakai acuan bagi pemerintah. Situs ini dilengkapi dengan beragam data: pertanian, biologi, batas wilayah, iklim, geology, pemerintahan, sejarah, dll. Yang lebih menarik lagi, atlas nasional amerika menyediakan interface bagi pengunjung untuk dapat membuat peta sendiri melalui layer2 yang disediakan. Pengunjung juga dapat mencetak langsung peta yang sudah di bikinkan layout (siap cetak) ataupun di export dalam bentuk GIF. Ada juga wall maps yang berupa peta2 pajangan dinding standard yang dapat dipesan. Atlas ini begitu fleksible dengan menyediakan fasilitas dynamic maps (membuat peta dengan lebih interaktif). Bahkan situs ini menyediakan data mentah (raw data) gratis bagi profesional jika ingin membuat sendiri peta melalui desktop GIS di rumah/kantor. Silahkan anda download sendiri data mentah tersebut (shp). Atlas ini juga dapat anda embed di website anda melalui fasilitas dari open web mapping services dari OGC.

    Demikian kita mengharapkan agar Atlas online segera diresmikan guna mencerdaskan kehidupan bangsa dan membuka akses seluas-luasnya bagi pemanfaatan data2 spatial. Terakhir semoga atlas online tersebut dapat memiliki kualitas yang baik yang tidak terlalu jauh dari contoh atlas yang telah kita bahas. Trimakasih dan merdeka..!

  • 9. sigit santosa  |  July 26, 2009 at 11:35 pm

    @niya
    apa maksudnya ya kok artikelku anda tayangulang? Memang ada beberapa blog komersil yang mencomot tanpa ijin beberapa artikel di blog saya ini, sudah saya peringatkan mereka.. Tujuan dari pembuatan blog ini untuk pendidikan, non-komersil, mau dikopi paste silahkan kalau untuk tujuan pendidikan bukan yang lain.

  • 10. Wahyu  |  October 12, 2010 at 3:52 pm

    Iya nih kok beda jauh banget ya sama nationalatlas.gov? hhhhmmmm….punya link yang kira-kira mendekati punyanya AS?

  • 11. Dodo  |  October 20, 2011 at 5:19 am

    Dwonload atlas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


February 2009
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Recent Posts

Blog Stats

  • 87,917 hits

%d bloggers like this: