Archive for December, 2008
Bagaimana merepresentasikan Geography? (1)
Manusia hanya mendiami sebagian kecil dari permukaan bumi. Dengan luas daratan sekitar 500 juta km2, kita hanya mendiami sepertiganya. Sedangkan luasan kota sangatlah kecil dimana sebagian besar manusia tinggal. Meskipun demikian, pengetahuan tentang bumi dipermukaan, di atas permukaan, maupun dibawah permukaan pada waktu lampau, sekarang, dan mendatang sangatlah penting bagi aktivitas manusia misalnya perencanaan, management sumberdaya alam, konservasi, travel, sampai dengan kegiatan navigasi sehari2. Semua data2 tersebut memerlukan wahana ataupun model dalam representasinya. Representasi ini membantu dan memudahkan kita dalam memahami dan mempelajari bumi. Pemodelan ini tentunya didasarkan pada hukum2 ataupun teori terkait dengan object dipermukaan bumi. Dalam hal Geography, teori dari Tobler yang bertajuk hukum pertama Geography (Tobler’s First Law of Geography) sangat mendukung dalam proses interpolasi untuk memprediksi kondisi didekat satu fenomena. Hukum ini berbunyi: segala sesuatu terkait dengan segala sesuatu yang lain, tetapi segala sesuatu yang dekat akan lebih terkait daripada yang jauh. Contoh real dari penerapan hukum ini misalnya pada data ketinggian (elevasi) dimana disekitar satu titik ketinggian akan memiliki nilai tidak jauh dari nilai ketinggian tersebut dan masih banyak contoh lain: suhu, pH, jenis tanah, curah hujan. selanjutnya Klik disini
Geographic Information is special, why?
Banyak system informasi yang berkembang saat ini seperti misalnya sistem informasi kesehatan, kepegawaian, manajemen, penjualan, dan lain2. Namun demikian mengapa Sistim Informasi Geografi yang cenderung tumbuh dengan pesat dalam kalangan industri maupun akademik (sampai menjadi satu jurusan ataupun gelar). Berikut ini akan kita bahas secara teknis kenapa informasi geografi special.
1. Informasi geografi merupakan multidimensional. Setidaknya ada 2 koordinat yang harus diketahui untuk mengetahui satu posisi di permukaan bumi. Kemudian bisa dtambah dengan informasi ketinggian (h) menjadi 3D dan juga waktu (t) 4D. Dampak jelas dari sifat data spatial ini adalah diperlukan perlakuan yang berbeda dalam managemen database misalnya, yang berbeda dengan data non spatial. selengkapnya Klik disini
Sehari bersama GIS
Penggunaan GIS sudah semakin merambah dalam kehidupan sehari2, disadari maupun tidak GIS telah banyak meningkatkan efisiensi, efektifitas dan produktivitas kita secara individu maupun organisasi. Berikut ini adalah satu cerita kegiatan sehari-hari bersama GIS
05:30 Mandi dan wudlu untuk melaksanakan sholat subuh. Air berasal dari perusahaan air local yang menggunakan GIS untuk maintenance dan membangun model penggunaan air serta memastikan ketersediaannya, deteksi kebocoran air menurut jaringan pipanya.
06:30 Persiapan bahan untuk presentasi GIS di mata kuliah distributed spatial computing
08:30 Mendapat surat pemberitahuan pengambilan barang di kantor post. Perusahaan jasa pengantar barang menggunakan GIS untuk melaksanakan pengiriman dan deteksi persebaran pelanggan. Selain surat dari kantor post, juga terdapat junk mail (surat berisi iklan) yang disebarkan oleh perusahaan pengiklan kerumah2 menggunakan GIS untuk memperoleh tingkat akurasi distribusi target konsumen. selengkapnya Klik disini
GIS is expensive. Is it ?!
Previously, when people think about GIS is always related to exclusiveness with highly budget to invest. It was true in the past when we have to spend thousand dollars for the software itself. However, everything related to technology is getting cheaper now. Furthermore, the development of opensource software has delivered huge opportunity for many organizations especially in developing countries to grasp the potential value of spatial data. Through the present of the opensource is really reduce the “digital divide”. In this article, I would like to review two free, opensource software which is useful to spatially enabled society.

Recent Comments